Aokigahara Tempat Favorit Bunuh Diri Nan Seram

Kawasan hutan lindung Aokigahara di Jepang selama ini terkenal dengan dua hal. Pertama, hutan di sebelah barat Ibukota Tokyo ini menyajikan pemandangan Gunung Fuji yang indah dengan udara yang menyegarkan. Namun, hal berikut yang membuat hutan ini menyajikan suasana angker adalah di situlah tempat favorit untuk bunuh diri. Konon, tak sedikit mayat orang-orang yang bunuh diri di sana tak lagi ditemukan.


http://www.undou-kai.com/sportia/syashinkan/syashinkanyama/jukai.jpg


Seorang pria bernama Taro nyaris menjadi "penghuni baru" Aokigahara. Menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) di suatu pabrik baja, Taro merasa hidup tak lagi berarti "Keinginan untuk hidup telah pupus," kata Taro seperti dikutip stasiun televisi CNN. "Saya sudah kehilangan jati diri sehingga tak mau lagi berada di dunia ini. Oleh karena itulah saya ke sana," lanjut pria berusia 46 tahun itu, yang enggan menyebutkan nama lengkapnya.

http://www.rincondelmisterio.com/gallery/bosque-suicidios/aokigahara_14.jpg

http://rheide.files.wordpress.com/2008/07/img_7049.jpg

Sudah kehilangan pekerjaan, utang yang harus ditanggung Taro juga menumpuk. Dia pun diusir dari wisma milik perusahaan yang memecatnya. "Kita kan perlu uang untuk terus hidup. Kalau punya pacar, kita juga butuh uang, apalagi kalau sudah menikah. Pokoknya uang itu selalu penting seumur hidup," kata Taro. Itulah sebabnya, suatu hari dia membeli tiket kereta dari Tokyo menuju kawasan hutan Aokigahara. Sesampai di sana, Taro tak ragu mengiris urat nadi di ujung pergelangan salah satu tangannya.

http://kenmoksha.files.wordpress.com/2009/10/aokigahara_forest_16.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwJ5_1DkMDiEpIFWxLuAVtwRxPBTEsQd4biPcqVVuCxawzlWanqsKb28P2IKPQ-ca4B6n4-CSg11_BTnwUMdcVgeaV0_KfjYT9qtrMb-saQ-Dhc_k06hhZpe_3vP7kIRpW_hrmSSTxAls/s1600/Aokigahara-jukai.JPG

Malang bagi Taro, bunuh diri itu tak membuat dia langsung tewas. Selama berhari-hari dia terkapar di semak-semak sambil menderita kelaparan, dehidrasi dan radang dingin (frostbite). Maut tak kunjung menjemput, malah nyawa Taro berhasil diselamatkan. Itu berkat seorang penjelajah (hiker) yang tak sengaja tersandung badan Taro ketika sedang menikmati perjalanan di hutan Aokigahara. Kendati tak jadi mati, Taro bakal kehilangan sejumlah jari di kaki kanannya akibat menderita radang dingin. Tak jelas, sembari terbaring lemah di rumah sakit apakah Taro sesudah sembuh nanti akan tetap berusaha mengakhiri hidupnya atau malah kapok bunuh diri.

http://kenmoksha.files.wordpress.com/2009/10/aokigahara_forest_03.jpg

http://jennieijapan.files.wordpress.com/2009/04/aokigahara-skalle.jpg

Kisah Taro itu membuktikan bahwa Hutan Aokigahara lagi-lagi dikunjungi oleh orang yang sudah merasa tak lagi punya harapan hidup. Tingkat bunuh diri tertinggi di Jepang justru berasal dari kawasan hutan itu, yang juga dikenal dengan sebutan "Lautan Pohon." Jepang sendiri sudah dikenal sebagai negara yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Dikhawatirkan, saat krisis keuangan global sudah menjarah ke Jepang, tingkat bunuh diri di Negeri Sakura itu bisa-bisa bertambah.

http://e-kaki.net/oekakis/oekaki_39528_0.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyqGTK3oZvomcM2vh0I9sI0-87TX9idoT7Qy5bAKzpxEcVP6ixUkYsQT73eles2EiIkATMEpHtkPvvuXel-ZHBS-RJUWC031HFGmlBHwY9u8JfMLo5DemWvv119Vexs5tJ3Jv8qD7UfZk/s400/Aokigahara101008.jpg

Menurut data pemerintah Jepang, seperti dikutip CNN, di bulan Januari 2009 tercatat 2.645 kasus bunuh diri. Artinya, naik 15 persen dari periode yang sama tahun 2008, saat itu hanya 2.305 kasus. Pemerintah Jepang mengaku bahwa bunuh diri sudah menjadi prioritas utama yang harus diatasi. Bahkan, pemerintah bertekad akan mengurangi tingkat bunuh diri lebih dari 20 persen pada tahun 2016.

http://www.wordpress.tokyotimes.org/archives/aokigahara02.jpg

Masalahnya, upaya mengurangi bunuh diri saat ini menghadapi tantangan berat. Itu karena di tengah krisis keuangan global, banyak perusahaan jatuh bangkrut atau sedang sekarat sehingga harus menerapkan PHK atas pekerja-pekerja seperti Taro. Maka, pihak berwenang berupaya memperketat pengawasan di sekolah-sekolah maupun tempat-tempat kerja yang menjadi lokasi bunuh diri. Mungkin yang lebih penting adalah sering-sering berpatroli di Hutan Aokigahara supaya tidak lagi didatangi orang-orang yang mau mengakhiri hidupnya.



"Apalagi bulan Maret ini merupakan akhir tahun anggaran. Bisa jadi makin banyak orang yang datang ke tempat ini karena krisis ekonomi," kata Imasa Watanabe, pejabat Prefektur (setingkat provinsi) Yamanashi yang menguasai Hutan Aokigahara. "Maka saya bercita-cita menghentikan bunuh diri di hutan ini. Namun sulit untuk mencegah semua kasus ini," kata Watanabe.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyVXROonmkmJ4LzsdrGBAJKCyQqRF-AXWJyy9Lp5KNmm0TZh88cyR7ydqHWQ3jk6NSn7eW5qkP0Qipym66SRuaUTRH7_a2Z3DOMh0pdvInS9Izt-L_8cqReBHfhfJQ_2XA-7axh5oiWm5-/s400/aokigahara.jpg

http://katiecaliya.files.wordpress.com/2009/12/aokigahara_15.jpg



ada cerita seram yang mengiringi juga Sifat dari tempat ini sangat sepi dan Anda tidak akan mendengar apa pun kecuali hutan ketika Anda berjalan beberapa kilometer dari perbatasan. Diyakini bahwa jiwa-jiwa resah datang ke tempat ini untuk menjerit frustrasi ke dalam angin. Para rimbawan memiliki tugas mencari mayat di hutan ini dan mereka sering menemukannya, baik tergantung di pohon atau dimakan predator.

Kanibal... Memang Ada

KANIBALISME diduga telah menyebar pada masyarakat primitif di seluruh dunia, di antaranya Afrika Tengah dan Barat, Melanesia (termasuk Indonesia), Polynesia, Suku-suku Indian di Amerika Utara dan Selatan, Suku Aborigin di Australia, dan Suku Maori di Selandia Baru.

The image  “http://www.antique-prints.de/shop/Media/Shop/2771.jpg” cannot be  displayed, because it contains errors.

Pada tahun 1492 Christoprus Colombus menemukan kepulauan Karibia. Dan penduduk aslinya yang setengah telanjang ternyata adalah kanibal! Bagi bangsa Eropa waktu itu, kanibal merupakan makhluk yang sangat berbahaya. Inilah asal-muasal terjadinya pembantaian dan eksploitasi.

Etnis asal Amerika Selatan yang tinggal di sekitar Brazilia, Paraguay, dan Argentina, bernama Tupinamba, memiliki kebiasaan menyantap tawanan perangnya sebagai aksi balas dendam demi keluarga yang gugur dalam peperangan. Praktik semacam ini dikenal sebagai Endokanibalisme. Adat tersebut tetap dilakukan sampai awal abad 17. Setelah masuknya bangsa Eropa, terutama Spanyol, suku ini kemudian menghilang. Sebagian berpindah tempat dan sisanya berasimilasi dengan masyarakat Brazilia.

Di Amerika Serikat ditemukan bekas-bekas kanibalisme yang dilakukan oleh Anasazis, Suku Indian kuno yang musnah 1.300 tahun yang lalu. Di sana ditemukan debu dan pecahan tulang, bekas-bekas pengelupasan kulit kepala, mutilasi, bekas luka bakar, dan pemanggangan daging manusia di atas periuk.

Suku Aztec melakukan kanibalisme dalam ritual keagamaannya. Semula, yang menjadi korban adalah tawanan perang, tetapi kemudian merambat pula pada anggota suku sendiri. Diduga, sebagai hukuman bagi kejahatan yang telah dilakukan oleh anggota suku tersebut.

Suku Dayak, selain mengoleksi tengkorak yang telah dikecilkan, ternyata juga memakan jantung korban perangnya. Adat ini disebut ngayau.

Sedangkan Suku Kapau di Papua Nugini menyantap hati dan biseps kanan musuh bebuyutannya.

Etnis lain di Papua, Fore, mengkonsumsi otak manusia yang telah meninggal. Dari sinilah awal penyebaran penyakit kuru. Kuru adalah penyakit degenerasi syaraf yang menyebabkan penderitanya gemetar, kehilangan koordinasi otot, hingga akhirnya tidak dapat duduk tanpa bantuan dan kesulitan untuk menelan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini hanya dapat menular jika otak penderita disantap oleh manusia lain.

Kuru ditemukan pada awal 1900-an dan mencapai puncaknya pada tahun 60-an. Antara tahun 1957-1968, 1.100 anggota Suku Fore meninggal karena kuru. Jumlah wanita yang terinfeksi penyakit ini delapan kali lebih banyak daripada pria. Diperkirakan, penyebabnya karena kaum wanitalah yang bertugas untuk memasak makanan. Namun, seiring dengan ditinggalkannya praktik-praktik kanibalisme, penyakit kuru nyaris tak lagi ditemukan.

Kita mungkin menyangka kanibalisme hanya dipraktikkan oleh para mbah buyut yang masih primitif. Kenyataannya, manusia modern juga melakukan hal yang sama. Dalam tragedi kecelakaan pesawat di pegunungan Andes pada tahun 1972, 16 orang penumpang yang selamat terpaksa menyantap 29 daging penumpang lainnya yang telah meninggal. Para penumpang asal Uruguay tersebut harus bertahan hidup selama 72 hari sebelum dijangkau oleh tim penyelamat.



Insting untuk bertahan hidup memang tidak berubah dari zaman ke zaman. Tetapi, anda tak perlu coba-coba melakukannya kalau tidak karena terpaksa. Bukan menjadi sakti, malah-malah bisa jatuh sakit.

Karakter Seram Dari Seorang Anak Kecil

kalau ada foto kayak gini gimana? nggak semua dandanan seorang anak kecil berkesan lucu kan?


























Kota Salem Adalah Kota Sihir?

Kata siapa kalau kota sihir hanya ada di Hogsmeade? Ternyata kota sihir tak hanya ada di Novel Harry Potter karangan penulis JK Rowling. Kota Sihir memang benar-benar ada, Letaknya di Amerika serikat atau lebih tepatnya di Negara bagian Massachusetts. Kota ini secara resmi telah ditetapkan sebagai kota sihir oleh Michael Dukakis, gubernur Massachusetts pada masa itu. Kota ini ditetapkan sebagai kota sihir karna di Kota ini, pernah terjadi suatu peristiwa yang sangat mengerikan (pastinya ada hubunganya dengan sihir). Yaitu peristiwa The Salem Witch Trials , yaitu peristiwa dimana lebih dari 150 penduduk kota ini ditangkap, diadili, dan dihukum hanya karna dianggap mempraktekan ilmu sihir.


http://www.liverpoolmuseums.org.uk/ladylever/collections/graphics/large/salem_large.jpg



Kota Salem ini berdiri pada tahun tahun 1629. Pada tahun 1641 hukum Inggris mulai diterapkan di kota ini (pada masa itu, Amerika serikat masih terdiri dari koloni-koloni Inggris) Dan salah satu hukum yang ditetapkan di kota ini adalah bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan praktek sihir merupakan pelanggaran berat. Tahun 1688, Martha Goodwin, seorang remaja penduduk lokal disana bertengkar dengan seorang tukang cuci bernama Goode Glover yang memicu kemunculan ilmu sihir ini.Martha kemudian mendapat penyakit aneh, disusul kemudian saudara lelaki dan kedua adik perempuannya mengalami hal serupa. Glover kemudian ditangkap karna dianggap telah mempraktekan ilmu sihir kepada keluarga Goodwin.

http://i489.photobucket.com/albums/rr255/egypt_gypsie/Transylvania/2000546094_c2954c9245.jpg

Kemudian seorang pendeta bernama Cotton Mather menemui Glover untuk membujul Glover agar segera mengakui perbuatanya, karna jika tidak, maka ia akan dijatuhi hukuman gantung oleh pengadilan setempat. Tapi muka Glover malah menjadi seram dan menakutkan kemudian pada tahun baru 1692, Abigail Williams (11 tahun) dan Elizabeth Parris (9 tahun) menderita penyakit yang sama dengan anak-anak keluarga Goodwin empat tahun lalu. Selang kemudian seorang gadis bernama Ann Putnam Jr. dan beberapa gadis lain pun mengalami hal serupa. Pada pertengahan bulan Februari 1692, seorang dokter menganggap apa yang dialami oleh penduduk Salem itu adalah akibat dari ilmu sihir.

http://www.salemhistory.net/images/old_city_hall_1.jpg

Tituba, seorang budak wanita diidentifikasi sebagai orang aneh karena dia pernah memberi makan anjingnya sepotong kue buatannya yang diberi nama kue sihir beberapa hari sebelumnya. Beberapa penduduk lain menuduh Sarah Good dan Sarah Osborne sebagai penyihir. John Hathorne dan Jonathan Corwin dari kepolisian setempat memeriksa Tituba, Sarah Good dan Sarah Osborne atas tuduhan itu. Tituba mengaku bahwa praktek sihirnya didapat dari Goode Glover dan Sarah Osborne.

http://z.about.com/d/atheism/1/7/L/0/3/SalemWitchTrial-e.jpg

Kemudian ada tiga orang bernama Mercy Lewis, Mary Walcott dan Mary Warren mengaku tertular penyakit aneh dari Ann Putnam Jr. Ann menuduh Martha Cory adalah seorang penyihir, begitu pula Abigail Williams menuduh Rebecca Nurse. Deputi Samuel Brabrook juga menangkap Dorcas Good yang kemudian diperiksa oleh kedua polisi Hathrone dan Corwin, mereka juga menangkap Rebecca Nurse.



Selanjutnya Elizabeth Proctor dan Sarah Cloyce (adik dari Rebecca Nurse) dituduh sebagai penyihir, setelah Sarah Cloyce membela habis-habisan kakaknya dan mengatakan bahwa kakaknya itu bukan penyihir. Hal yang sama terjadi pada John (suami dari Elizabeth Proctor) sewaktu dia membela istrinya dan menjadikan dia lelaki pertama yang tertuduh sebagai penyihir. Aksi tuduh menuduh inipun semakin berkembang dan membuat banyak orang ditangkap (baik lelaki maupun perempuan) dan dimasukan ke penjara.


http://smalldogs2.com/VisitingMassachusetts/mass%20house%20of%20seven%20gables.jpg

Tanggal 27 Mei 1692, keadaan kota Salem semakin memanas. Pengadilan pun digelar. Bridget Bishop adalah wanita pertama yang diadili karena Elizabeth Booth (perempuan yang menuduhnya penyihir) terbukti mendapat gejala penyakit aneh tersebut, Bridget Bishop-pun dihukum gantung. Selanjutnya Rebecca Nurse, Susannah Martin, Elizabeth Howe, Sarah Good dan Sarah Wildes diadili dan mereka pun digantung di Gallows Hill. Kemudian George Jacobs Sr., Martha Carrier, George Burroughs, John Willard, John and Elizabeth Proctor diumumkan bersalah dan mereka pun juga digantung, kecuali Elizabeth Proctor karena dia sedang mengandung. Disusul Martha Corey, Mary Easty, Alice Parker, Ann Pudeator, Dorcas Hoar dan Mary Bradbury. Tuduhan penyihir pun bertambah dengar hadirnya Giles Cory.

http://www.highviewcampground.net/images/salem.jpg

17 September 1692, Margaret Scott, Wilmott Redd, Samuel Wardwell, Mary Parker, Abigail Faulkner, Rebecca Earnes, Mary Lacy, Ann Foster dan Abigail Hobbs diadili dan dijatuhi hukuman gantung. Apa yang dialami Giles Cory lebih sadis dan mengerikan, lelaki itu ditindih dengan batu besar sampai mati karena dia menolak untuk mengakui kesalahannya dan itu memakan waktu dua hari hingga dia tewas. Beberapa hari kemudian Martha Cory, Margaret Scott, Mary Easty, Alice Parker, Ann Pudeator, Willmott Redd, Samuel Wardwell dan Mary Parker dihukum gantung.

http://www.planetware.com/i/photo/salem-witch-museum-salem-ma429.jpg

Tanggal 3 Oktober 1692, Pendeta Increase Mather, presiden dari Harvard College (ayah dari Pendeta Cotton Mather) mengumumkan cara penggunaan bukti-bukti sihir di pengadilan. Tetapi Gubernur Phipps mengatakan bahwa bukti-bukti itu tidak berlaku pada pengadilan ilmu sihir. Pada musim gugur, Gubernur Phipps membebaskan beberapa tersangka yang tidak cukup bukti. Hakim Stoughton mendapat perintah dari Gubernur untuk melanjutkan proses pengadilan ilmu sihir dan menghukum gantung para wanita walaupun mereka sedang hamil, dikarenakan itulah Hakim Stoughton mundur dari jabatannya sebagai Hakim kota.

Akhirnya, 49 dari 52 orang tersangka dibebaskan termasuk Tituba yang kemudian dijual kepada tuannya yang baru. Pada musim panas Gubernur Phipps memohon maaf kepada seluruh tersangka yang masih tersisa di dalam penjara. Hingga tahun 1697 Pengadilan kota mengakui kesalahan telah memenjarakan dan menghukum mati banyak orang tanpa bukti yang jelas dan menentukan hari puasa dan soul-searching atas tragedi di kota Salem itu. Mereka pun mendeklarasikan bahwa tahun 1692 sebagai tahun tanpa hukum.

http://i31.tinypic.com/2wc0f8k.jpg

Kini, Kota salem kemudian menjadi sebuah kota wisata yang sarat akan nilai supranatural. Peristiwa The Salem Witch Trials sampai sekarang masih dikenang dan pengunjung kota Salem masih bisa melihat. Seperti di The Witch House, rumah milik Hakim Jonathan Corwin, salah satu hakim dalam peristiwa Salem Witchcraft Trials. Bangunan ini sekarang milik Departemen Taman dan Rekreasi kota Salem dan dijadikan tujuan wisata lengkap dengan program tur keliling, wisata sejarah, dan wisata arsitektur. Selain itu, turis juga bisa mengunjungi The Salem Witch Museum. Di museum ini pengunjung benar-benar seperti dibawa kembali ke peristiwa mengerikan tersebut. Di museum itu ada pertunjukan drama teater, narasi dan dialog serta cuplikan persidangan peristiwa itu. Ada juga tur keliling menyaksikan sel-sel penjara buatan lengkap dengan patung-patung terpidana yang mirip manusia asli.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/a/ae/City_of_Salem_city_Seal.png



Sekarang di kota ini memang banyak penduduk kota Salem yang memang seorang Penyihir, atau lebih cocok disebut sebagai paranormal. tapi walau begitu, jangan harap anda bisa menemukan penyihir yang berpenampilan seperti Harry Potter disini kecuali pada malam Hallowen.

5 Pulpen Termahal di Dunia


1.The Aurora Diamante
http://magfashion.net/wp-content/uploads/2009/09/Aurora_Diamante.jpg
Price $1.300.000


2.Mont Blanc and Van Cleef & Arpels
http://armandfrasco.typepad.com/.a/6a00e009806a8688330120a5c99f85970c-800wi
Price $730.000

3.Caran d’Ache made ‘La Modernista Diamonds
http://www.worldinterestingfacts.com/wp-content/uploads/2009/12/most-expensive-pen-3rd-Caran-d-Ache-made-La-Modernista-Diamonds.jpg
Price $256.000

4.Omas Phoenix Platinum Fountain Pen Luxury Limited
Edition with Diamonds04

http://www.worldinterestingfacts.com/wp-content/uploads/2009/12/most-expensive-pen-4th-Omas-Phoenix-Platinum-Fountain-Pen-Luxury-Limited-Edition-with-Diamonds.jpg
Price $60,000



5.Visconti Fountain Pens ALCHEMY HRH
http://www.luxurylaunches.com/entry_images/0110/05/Visconti_Fountain_Pens3-thumb-450x445.jpg
Price $58,000

Buku Super Gede

Buku dengan judul Bhutan:A Visual Odyssey across The Last Himalayan Kingdom.karya dari Michael Hawley dari MIT ini Memiliki ukuran 5 x 7 kaki dan berat 133 pon. Di catat oleh Guinnes World Records sebagai buku terbesar yang pernah diterbitkan di dunia, jumlah halamannya sebanyak 112 halaman yang berisikan gambar - gambar spektakuler tentang kerajaan himalaya.

http://priyank.com/travel/wp-content/gallery/bt/thimpu/9468.jpg


http://www.2spare.com/_media/imgs/articles/a179_b1.jpg

http://cache.daylife.com/imageserve/0czF3ll1ys8zC/610x.jpg

Setiap copy dicetak hanya berdasarkan permintaan, dan menggunakan segulung kertas yang lebih panjang dari lapangan sepak bola, lebih dari satu galon tinta digunakan dan membutuhkan waktu 24 jam pencetakan. Wow, bisa dibayangkan betapa repotnya!

http://www.2spare.com/_media/imgs/articles/a179_b2.jpg

http://kottkegae.appspot.com/images/bhutan-book02.jpg

http://www.uberreview.com/wp-content/uploads/visualodyssey.jpg



http://libraryweb.utep.edu/images/BigBook_UTEP1.jpg

Bugil Dengan Full Body Scanner?

Perlukah kita tampil telanjang atau bugil di bandara? Karena baru-baru ini telah berhasil diciptakan sebuah alat yang dinamakan Full Body Scanner. Alat atau scanner ini mampu menampilkan hasil pemeriksaan terhadap setiap orang di bandara pada sebuah layar komputer.

http://indianinthemachine.files.wordpress.com/2010/01/airportbodyscannerharmfulradiationterahertzscanll_468x3991.jpg

Pertama kali scanner ini dicoba di Chicago's O'Hare International Airport. Ini memang benar-benar penemuan baru yang sangat canggih. Tapi dibalik itu Full Body Scanner ini juga sepertinya akan menimbulkan kontroversi. Karena tidak semua orang bersedia ditampilkan semua bagian tubuhnya dalam keadaan bugil walaupun itu hanya melalui layar komputer dan untuk kepentingan pemeriksaan di bandara.

http://www.arktimes.com/blogs/arkansasblog/Image/bodyscan.jpg

Tetapi jika kita melihat dari sisi positifnya, Full Body Scanner ini dirasa mampu untuk mengurangi kejahatan di dalam pesawat karena setiap orang yang menyembunyikan senjata apapun dibalik pakaiannya akan terlihat di layar komputer. Dan semoga juga dengan pengembangan alat atau scanner tubuh ini peredaran narkoba yang sekarang ini marak dilakukan melalui bandara bisa dikurangi.

http://justgetthere.us/blog/uploads/girl-body-scanner.jpg

Lantas bagaimana dengan di Indonesia? Apakah kita siap menerima kehadiran Full Body Scanner ini? Dengan kata lain apakah kita siap untuk tampil telanjang atau bugil di bandara? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.