Akan sehebat apa komputer masa depan? | Sumber: mitre.org
Di tahun 2016 ini, teknologi semakin merasuki kehidupan kita. Mulai dari smartphone, sampai komputer. Beberapa orang pasti pernah bertanya "di masa depan nanti gimana ya?". Kali ini, kita akan membahas tentang komputer masa depan. Kira-kira gimana yah komputer masa depan ?
Virtual Reality
Oculus Rift | Sumber: oculus.com
Mungkin anda sudah pernah mendengar kata "virtual reality". Teknologi ini memungkinkan kita untuk memasuki dunia full digital, baik melalui penglihatan, sampai gerakan kita. Teknologi ini sudah memulai debutnya dengan Samsung Gear VR dan Oculus Rift. Dua peralatan canggih ini memungkinkan penggunanya untuk masuk ke dunia full digital melalui penglihatan dan pendengaran. Teknologi ini terus dikembangkan dan kemungkinan akan disematkan pada komputer masa depan.
Augmented Reality
Penerapan augmented reality di bidang bisnis properti | Sumber: youtube.com
Augmented reality merupakan saudara dari teknologi di atas. Jika virtual reality memungkinkan penggunanya untuk terjun ke dunia full digital, augmented reality menyajikan pengalaman yang seimbang antara dunia nyata dan dunia digital. Sejauh ini, wujud nyata dari augmented reality adalah berbagai macam kamera seperti Snapchat, dan kamera smartphone Sony. Penerapan teknologi ini lebih jauh pada komputer masa depan adalah penggunaannya dalam video games, film, dan banyak lagi.
Semuanya Serba Wireless
Isi ulang baterai dengan meletakkannya di atas charger wireless berbentuk mangkok | Sumber: cnet.com
Komputer jaman sekarang sebenarnya sudah hebat - bisa untuk main game, kerjaan kantor, sampai nonton film. Tapi ada satu masalah, kabel dimana-mana. Kita seringkali harus mengatur ulang posisi kabel supaya tidak mengganggu kaki, atau sekedar biar terlihat bagus. Sejauh ini, Intel adalah yang paling serius dalam mengembangkan teknologi ini. Intel telah mengembangkan teknologi bernama WiGig, yang memungkinkan penghubungan komputer ke monitor, printer, keyboard, dan banyak hal lain tanpa kabel sama sekali. Intel juga sedang dalam proses pengembangan teknologi yang memungkinkan pengisian baterai tanpa kabel.
Interaksi Multi-persepsi
Mendesain sepatu secara digital hanya dengan tangan? Hmm | Sumber: youtube.com
Sejauh ini, kita berinteraksi dengan komputer menggunakan mouse, keyboard, dan sentuhan. Sebuah jenis teknologi bernama perceptual computing memungkinkan penggunanya berinteraksi dengan komputer menggunakan inderanya yang lain, seperti kedipan mata, isyarat jari, dan banyak lagi. Sistem operasi Windows 10 dan Intel Real Sense sejauh ini telah memungkinkan penggunanya untuk login ke komputernya via wajahnya sendiri.
Komputer Dinding
Microsoft Surface Hub, berfungsi layaknya papan tulis | Sumber: techradar.com
Seperti yang pernah diimajinasikan oleh film-film bertema masa depan, komputer yang menempel di dinding itu sesuatu yang menarik kan?
Sebenarnya hal ini sudah diciptakan oleh Microsoft. Produknya yang bernama Surface Hub merupakan sebuah komputer layar sentuh berukuran 84 inci yang mempunyai tampilan sangat menarik. Siapa tahu komputer masa depan akan bisa benar-benar terintegrasi dengan dinding rumah kita?
Pada tahun 2008, sebuah perusahaan bernama Plastic Logic mempresentasikan produk mereka yang berupa layar yang bisa ditekuk. Bayangkan saja jika monitor komputer di rumah anda bisa ditekuk, bahkan digulung.
Microsoft berencana akan mengaplikasikan teknologi ini ke produk mereka yang bisa dibilang mirip smart watch yang ada sekarang. Hal yang membedakan produk ini adalah ia berbentuk seperti gelang, yang seluruh bagiannya berupa monitor - berbeda dengan smart watch sekarang yang mempunyai bagian monitornya sendiri.
Kesimpulan
Jadi, itulah bayangan bagaimana komputer masa depan. Teknologi-teknologi dibalik komputer masa depan ini dibuat bertujuan untuk memudahkan kehidupan kita - walaupun beberapa orang kurang setuju dengan keberadaannya.
2016 merupakan tahun yang agak aneh untuk dunia transportasi. Setelah munculnya Go Jek yang memantik perang dengan tukang ojek, dan Uber yang memantik perang dengan supir taksi. Kini, pihak taksi juga tidak mau kalah, taksi terbang akan segera hadir, di 2016. Nama saya Gumilar Fardhani. Saya pemilik blog ini, dan kebetulan yang menulis artikel ini. Terima kasih sudah mau meluangkan waktu anda untuk mengunjungi blog ini, you’re a great person. :) Taksi terbang ini berbentuk layaknya drone. Drone sejauh ini digunakan sebagai hobi, biasanya dikendalikan menggunakan remote control, dan bisa dipasang berbagai macam asesoris – seperti kamera Go Pro. Berbeda dengan helikopter, drone menggunakan beberapa baling-baling supaya bisa terbang. Hal ini membuat drone memiliki kemampuan terbang yang lebih stabil, dan beberapa drone bahkan bisa melipat baling-balingnya ketika tidak digunakan. Drone ini menjadi inspirasi bagi pembuat taksi terbang yang akan segera hadir – mungkin tahun ini.
Sebuah drone dengan kamera terpasang | Sumber: wired.com
Taksi terbang ini bisa dibilang sebagai drone yang diperbesar. Taksi terbang ini sayangnya hanya mampu memuat satu orang – maksimal 100 kg. Tidak seperti taksi-taksi biasa, kendaraan yang satu ini tidak membutuhkan sopir, semuanya otomatis. Cukup menyentuhkan jari di layar touchscreen ke tujuan kita, maka taksi terbang ini akan secara otomatis terbang kesana. Taksi terbang yang diproduksi oleh perusahaan China, Ehang ini mampu terbang selama 25 menit. Kendaraan futuristik ini diberi nama “Ehang 184” – karena taksi terbang ini dapat mengangkut satu orang, menggunakan delapan baling-baling, dan mempunyai empat lengan.
Layar touchscreen di Ehang 184 | Sumber: ehang.com
Kabarnya, taksi terbang ini akan diujicoba di Nevada, Amerika Serikat pada akhir 2016. Salah satu hal yang menjadi kontroversi pada keberadaan taksi terbang ini adalah fiturnya yang beranama Failsafe. Fitur ini berfungsi saat keadaan darurat. Ketika keadaan darurat berlangsung, fitur ini akan langsung membuat taksi terbang secara otomatis mendarat di tempat pendaratan terdekat. Hal yang menjadi kontroversi pada fitur ini adalah tidak adanya pilihan untuk mengendarai taksi terbang tersebut secara manual. Jadi, jika sistem elektronik taksi terbang ini terkena virus, semuanya akan jadi tidak terkendali.
Sementara itu – ratusan kilometer di utara Nevada, Kanada sedang merombak peraturannya tentang drone. Di tahun 2015, terjadi 82 kecelakaan drone – lebih dari dua kali lipat kecelakaan di 2014 (38 kali). Kecelakaan ini kebanyakan terjadi karena drone yang terbang terlalu dekat dengan pesawat komersial. Perubahan peraturan yang baru ini kabarnya mewajibkan para “pilot drone” untuk melakukan cek pengetahuan penerbangan. Adanya taksi terbang ini merupakan suatu langkah meraih teknologi masa depan – mewujudkan semua hal yang pernah ada di pikiran kita sebagai imajinasi. Meskipun masih menimbulkan banyak kontroversi, namun hal ini merupakan satu langkah pasti menuju masa depan. Apakah anda setuju?
Peradaban ratusan lalu identik dengan kata 'kuno'. Ini bisa dilihat dari timeline dunia yang disediakan di Time Maps. Tapi ada beberapa peradaban yang mematahkan paradigma tersebut. Mulai dari Roma, China, Yunani, bahkan Viking. Ada beberapa teknologi mereka yang seharusnya sudah bisa kita lampaui, tapi ternyata kita masih kalah. Apa saja teknologi-teknologi tersebut?
Guci banyak warna dari Roma
Sumber: en.wikipedia.org
Secara kasat mata, tidak ada yang spesial dari guci ini. Hanya sebuah guci logam yang menggunakan kaca sebagai wadahnya. Hal yang membuat guci ini spesial adalah kacanya.
Sumber: en.wikipedia.org
Kaca dari guci ini terlihat merah ketika sinar dilewatkan melalui sisi depannya. Tetapi kaca berubah warna menjadi hijau ketika sinar dilewatkan melalui sisi belakangnya.
Menurut Wikipedia, kaca ini dibuat menggunakan metode penyinaran elektron pada ruang kedap udara. Metode ini mengevaporasi logam oksida seperti titanium, chromium, dan aluminium untuk menempel di permukaan kaca. Kita baru menemukan metode ini - penembak sinar elektron, dan tabung kedap udara. Jadi, bagaimana orang Roma yang hidup di abad keempat membuat guci ini? Tak ada yang tahu pasti.
Kompas Viking setara GPS
Ketika berada di lautan luas, semuanya terlihat sama saja. Sejauh mata memandang, yang ada hanya air. Ombak yang ada juga bisa menyebabkan perubahan arah kapal. Tanpa kompas atau GPS, para pelaut takkan bisa melihat.
Sumber: snopes.com
Inilah yang dialami oleh sebagian besar pelaut pada zaman ketika Viking hidup. Tapi, para Viking justru bisa mengatasi hal ini, mereka selalu bisa berlayar ke tujuan mereka. Bagaimana caranya?
Piringan Uunartoq | Sumber: gizmodo.com
Para Viking menggunakan alat yang disebut piringan Uunartoq. Piringan yang hanya ditemukan setengah bagian pada 1948 ini mempunyai mekanisme yang sangat unik. Piringan ini bahkan diperkirakan menggunakan suatu kristal khusus (diperkirakan berbahan calcite) yang memecah sinar sesedikit apapun. Sehingga para Viking dapat tetap berlayar walaupun hanya dengan sinar Bulan.
Bor multifungsi di China
Garam adalah salah satu kebutuhan penting bangsa China. Tetapi, dengan luasnya negara China, mengambil garam langsung dari laut adalah tindakan yang sulit. Mereka akhirnya menciptakan berbagai macam bor - tujuan utamanya adalah untuk mencari sumur garam di bawah tanah.
Jenis-jenis bor | Sumber: oilguru.com
Bermacam-macam bor ini memiliki fungsi yang bermacam-macam pula. Ada bor yang berguna untuk menggali, ada yang berfungsi khusus untuk membetulkan sumur, bahkan ada jenis bor yang berguna untuk mengalirkan garam dan gas bumi melalui pipa-pipa bambu.
Pipa bambu pengalir garam dan gas | Sumber: lasalle.edu
Robot di tahun 60 masehi
Seorang Yunani telah membuat sebuah robot yang bisa dia program sesuai yang dia inginkan. Namanya adalah Alexandria of Heron.
Robotnya terdiri dari beberapa roda, rangka kayu, dan yang paling penting - serangkaian benang dan pemberat yang digunakan untuk mengatur bagaimana robot itu bergerak dan melakukan suatu hal yang lain. Memang bukan seperti robot bertenaga listrik yang ada di pikiran kita, tapi prinsip kerja robot ini sama persis dengan robot zaman sekarang.
Kesimpulan
Pada akhirnya, seberapa cepat teknologi kita maju, masih ada beberapa hal dari zaman 'kuno' yang belum bisa kita kalahkan. Sebagai manusia yang diberi akal, alangkah baiknya bila kita terus mengembangkan diri dengan prinsip rendah hati. Selalu merasa bahwa masih ada sesuatu diatas kita, ada lingkungan yang harus kita jaga, dan perdamaian yang harus selalu ada.
Bakteri yang oleh masyarakat dipandang sebagai sumber penyakit, sebenarnya memiliki banyak manfaat. Bakteri ada yang secara alamiah justru membantu hidup kita, seperti bakteri Lactobacillus yang biasa ada pada yoghurt, dan bakteri selulosa pada sapi. Anehnya, bakteri kini mempunyai fungsi baru, sebagai alat untuk menggambar.
Menggambar dengan bakteri ini sudah bisa dilakukan secara umum. Bahkan, MIT di Amerika Serikat menyediakan kelas praktek yang dipimpin oleh Natalie Kuldell untuk menggambar dengan bakteri, dan kelas ini dibuka untuk umum.
Kelas praktek di MIT
Bakteri yang digunakan adalah bakteri jenis E.Coli yang beberapa dari spesiesnya ditemukan dalam feses manusia. Bakteri ini sudah dimodifikasi sehingga bersifat reaktif terhadap cahaya. Proses menggambar dengan bakteri dibantu dengan senyawa gula khusus, sinar berwarna merah, dan gambar untuk cetakannya.
Otak komputer adalah jenis komputer yang dikembangkan semirip mungkin dengan otak. Sejauh ini, teknologi ini masih jauh dari sempurna, tapi perkembangan terus dilakukan.
Bagian-bagian otak komputer
Otak komputer terdiri dari 2 komponen yang terinspirasi dari 2 bagian otak manusia, yaitu otak kanan dan otak kiri. Komputer tradisional yang anda gunakan untuk membaca artikel ini, dan yang saya gunakan untuk menulis artikel ini, mirip dengan otak kiri manusia -- melakukan perhitungan cepat dengan memanfaatkan simbol dan angka.
Bagian dari otak komputer
Di sisi lain, komputer jenis baru yang sedang dalam perkembangan bernama "neurosynaptic chip" yang mirip dengan otak kanan -- memanfaatkan indera, mencari dan memahami pola, bahkan proses kreatif.
Perbandingan otak manusia dengan komputer
Untuk menyamai kerja otak yang mempunyai sekitar 100 triliun sinapsis, dibutuhkan 96superkomputer. Bahkan, 96 superkomputer ini masih 1500 kali lebih lambat dari otak. Sebagai perbandingan lain, 96 superkomputer membutuhkan daya sebesar 12 gigawatt, sementara otak hanya membutuhkan 20 watt saja.
Perkembangan otak komputer
IBM telah mengembangkan teknologi otak komputer sejak 6 tahun lalu bersama iniLabs. Sejauh ini, mereka telah mengembangkan jenis neurosynaptic chip yang mereka namakan sebagai "TrueNorth". TrueNorth adalah chip dengan 4096 core (sebagai perbandingan, Intel Core i7 yang biasa ada di laptop itu hanya mengandung 4 core). Dengan 4096 core dan 5,4 triliun transistor, TrueNorth menggunakan daya sekitar 100 megawatt.
Garis besar struktur TrueNorth
Perbedaan terbesar yang ada pada TrueNorth dibandingkan dengan jenis komputer pada umumnya adalah desain chipnya yang mirip dengan otak. TrueNorth memiliki sistim yang paralel, modular, dapat diskala, fleksibel, dan dapat menoleransi kesalahan. Sistim TrueNorth menggabungkan komputasi, komunikasi, dan memori. Hal paling aneh yang ada dalam chip ini adalah ia tidak memiliki clock rate (clock rate adalah "sekian" gHz yang biasa ada pada CPU laptop).
Saat ini, IBM telah membuat komputer dari kumpulan chip TrueNorth yang menyamai 16 juta neuron dan 4 miliar sinapsis otak manusia. Diharapkan, IBM dapat membuat sistim yang lebih gila lagi, dengan 4 miliar neuron dan 1 triliun sinapsis yang akan memakan daya sebesar 4 kilowatt.
Kumpulan nanokristal yang dikelompokkan berdasarkan warna yang dipancarkannya
Tampilan nanokristal adalah jenis tampilan yang memiliki teknologi serupa seperti teknologi tampilan OLED (Organic Light-Emitting Diode) yang biasa kita temukan di smartphone terbaru seperti Samsung Galaxy, dan sebagainya.
Perbedaan dengan tampilan OLED
Perbedaan antara tampilan nanokristal dengan tampilan OLED adalah jenis bahan pembuatnya. Seperti kepanjangan namanya, tampilan OLED menggunakan bahan organik yang sensitif terhadap kelembaban dan proses oksidasi sehingga tidak tahan lama. Sebaliknya, tampilan nanokristal menggunakan bahan anorganik, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih tahan lama daripada tampilan OLED, dengan kualitas tampilan yang serupa.
Perbedaan dengan tampilan LCD
Tampilan nanokristal menggunakan 30 - 50% lebih sedikit listrik dibanding tampilan LCD (jenis teknologi di kebanyakan alat elektronik) karena tampilan nanokristal tidak membutuhkan backlight. Paduan antara tampilan nanokristal dengan LED 50 - 100 kali lebih terang daripada tampilan LCD ataupun TV tabung.
Dengan banyaknya keunggulan yang dimilikinya, tampilan nanokristal diharapkan bisa menjadi pengganti teknologi tampilan OLED, LED, maupun LCD. Tampilan nanokristal ini juga diprediksi sebagai teknologi masa depan.
Telepresence adalah teknologi yang memberi kita kemampuan untuk berbicara dengan orang lain dengan jarak yang jauh secara audiovisual, layaknya video call yang ada pada gadget jaman sekarang, tetapi telepresence terasa jauh lebih nyata, sehingga teknologi ini layak disebut sebagai teknologi masa depan.
Telepresence terasa lebih nyata daripada video call
Pada mulanya, telepresence digunakan untuk komunikasi pelayan hotel dengan pelanggannya di Hilton Hotels (pengganti telepon hotel pada umumnya). Tapi karena dirasa kurang menguntungkan, maka telepresence digunakan untuk keperluan bisnis.
Perangkat telepresence yang bisa digunakan untuk hotel
Telepresence juga mempunyai inovasi yang mengagumkan, yaitu menggunakan robot sebagai pengganti manusia untuk berbicara. Robot ini akan menirukan gerakan manusia yang mengendalikannya. Ini dilakukan bagi orang yang mempunyai disabilitas, sakit, ataupun karena ketiadaan alat telepresence di dekat orang tersebut sehingga memerlukan robot untuk melakukannya.
Telepresence mempunyai banyak kegunaan, contohnya:
Robot buatan NASA yang ada di International Space Station
Menghubungkan komunitas yang anggotanya tersebar di seluruh dunia
Melakukan pekerjaan di lingkungan yang berbahaya (menggunakan robot)